MMD UB Kelompok 54 Kenalkan English Explorer di MI Muhammadiyah Gendongkulon
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 54 melaksanakan program kerja individu English Explorer dengan tema “What’s Your Hobby?” di MI Muhammadiyah 05 Gendong Kulon, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Ananda Chikita Anggraini, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, tersebut bertujuan untuk memperkenalkan pembelajaran Bahasa Inggris dasar melalui metode yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa kelas IV hingga VI.
Program English Explorer menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa MMD UB Kelompok 54 dalam mendukung peningkatan kemampuan literasi bahasa di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh anggota kelompok sebagai mentor pendamping yang membantu proses pembelajaran agar siswa dapat lebih aktif dalam memahami materi dan berani menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasi sederhana.
Ananda Chikita Anggraini menyampaikan bahwa pemilihan tema “What’s Your Hobby?” dilakukan karena materi mengenai hobi merupakan salah satu topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Menurutnya, penggunaan topik yang familiar dapat membantu siswa lebih mudah memahami kosakata dan membangun kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris.
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran dalam kegiatan English Explorer tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih secara langsung. Menurut Ananda, kemampuan berbahasa tidak cukup hanya dengan menghafal kosakata, tetapi juga membutuhkan keberanian untuk mencoba berbicara dan berkomunikasi.
“Dalam belajar bahasa, terutama Bahasa Inggris, siswa perlu mendapatkan pengalaman praktik secara langsung. Oleh karena itu, kegiatan ini kami buat dengan berbagai aktivitas seperti pengenalan kosakata, latihan pengucapan, menyusun kalimat, permainan, hingga praktik percakapan agar siswa dapat belajar sambil melakukan.” Jelasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian siswa menjadi empat kelompok kecil yang masing-masing didampingi oleh dua mentor. Pembagian kelompok tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman sehingga setiap siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan mendapatkan pendampingan secara lebih optimal.
Pada sesi awal, siswa mengikuti kegiatan Vocabulary Session dengan materi kosakata mengenai berbagai macam hobi dalam Bahasa Inggris. Kegiatan tersebut bertujuan agar siswa tidak hanya mengetahui arti kata, tetapi juga mampu mengucapkannya dengan benar.
Ananda mengatakan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan tersebut menyesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang cenderung lebih mudah memahami materi melalui aktivitas yang menyenangkan. “Kami berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak membuat siswa merasa takut ketika menggunakan Bahasa Inggris. Kesalahan dalam belajar adalah bagian dari proses, sehingga kami ingin membangun rasa percaya diri mereka terlebih dahulu,” katanya.
Setelah mengenal berbagai kosakata, siswa melanjutkan kegiatan melalui sesi Learning Simple Phrases. Dalam sesi ini, siswa belajar menyusun kalimat sederhana untuk menyampaikan hobi mereka, seperti menjawab pertanyaan mengenai aktivitas yang disukai. Siswa juga diberikan kesempatan untuk membuat contoh kalimat sendiri berdasarkan hobi masing-masing.
“Kami ingin siswa tidak hanya menghafal contoh kalimat yang diberikan, tetapi juga mampu membuat kalimat sesuai dengan diri mereka sendiri. Dengan begitu, Bahasa Inggris terasa lebih dekat dan memiliki makna bagi mereka,” tambah Ananda.
Untuk meningkatkan antusiasme siswa, kegiatan diselingi dengan permainan edukatif Word Search. Dalam permainan tersebut, siswa mencari kosakata Bahasa Inggris yang berkaitan dengan materi hobi secara berkelompok. Selain membantu memperkuat pemahaman kosakata, permainan ini juga melatih kerja sama dan komunikasi antarsiswa.
Kegiatan semakin menarik dengan adanya sesi bernyanyi bersama dan pemutaran video percakapan sederhana menggunakan Bahasa Inggris. Setelah melihat contoh percakapan, siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan dialog bertema “What’s Your Hobby?” secara berpasangan. Melalui praktik tersebut, siswa dilatih untuk berani berbicara dan menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi sederhana.
“Kami berharap setelah kegiatan ini siswa memiliki keberanian untuk mencoba berbicara Bahasa Inggris, meskipun masih dalam kalimat sederhana. Yang paling penting adalah mereka merasa bahwa Bahasa Inggris itu menyenangkan dan dapat dipelajari oleh siapa saja,” tuturnya.
Selain pembelajaran secara langsung, siswa juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Duolingo. Dalam sesi tersebut, Ananda bersama anggota MMD UB Kelompok 54 memberikan penjelasan mengenai manfaat aplikasi sebagai media belajar tambahan, cara mengunduh aplikasi, hingga mencoba fitur dasar yang tersedia.
“Saat ini banyak media digital yang dapat membantu proses belajar bahasa. Kami mengenalkan Duolingo agar siswa memiliki pilihan lain untuk belajar Bahasa Inggris dengan cara yang lebih menarik dan dapat dilakukan kapan saja,” ungkap Ananda.
Ananda berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan Bahasa Inggris bagi siswa, tetapi juga mampu menumbuhkan motivasi belajar dan rasa percaya diri mereka. Melalui program English Explorer, MMD UB Kelompok 54 menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah desa melalui kegiatan edukatif yang inovatif. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah kecil mahasiswa dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi dan literasi bahasa yang lebih baik.
