MMD UB Kelompok 54 Menanamkan Budaya Bersih melalui Program Hotelier
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Little Hotelier: Edukasi Personal Grooming dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)” di MI Hayatul Islam, Desa Gendong Kulon, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan karakter melalui pembiasaan hidup bersih, sehat, dan rapi sejak usia dini.
Program yang diinisiasi oleh Muhammad Ivan Bahri, mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perhotelan, Fakultas Vokasi UB, tersebut dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Madrasah (MATSAMA/MPLS) bagi peserta didik baru. Melalui program Little Hotelier, mahasiswa berupaya mengenalkan konsep dasar personal grooming yang diterapkan dalam industri perhotelan sekaligus menghubungkannya dengan kebiasaan sehari-hari yang dapat dilakukan oleh anak-anak di lingkungan sekolah maupun rumah.
Konsep Little Hotelier mengadaptasi budaya kerja dalam dunia perhotelan yang dikenal memiliki standar tinggi terhadap kebersihan, kerapian, kedisiplinan, dan pelayanan. Nilai-nilai tersebut kemudian dikemas menjadi materi edukasi yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa mengenalkan bahwa menjaga kebersihan diri bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan penampilan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan serta membangun sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Kegiatan edukasi dikemas secara interaktif melalui berbagai rangkaian aktivitas, seperti penyampaian materi, sesi tanya jawab, ice breaking, permainan edukatif, demonstrasi, praktik langsung, hingga pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif mengikuti kegiatan. Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
Muhammad Ivan Bahri menjelaskan bahwa pemilihan tema Little Hotelier didasarkan pada keterkaitan antara nilai-nilai dalam industri perhotelan dengan pembentukan karakter anak sejak dini. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan tubuh, berpakaian rapi, dan menerapkan pola hidup sehat merupakan langkah awal dalam membangun sikap disiplin dan profesional.
“Kebersihan dan kerapian merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan kepada siswa bahwa menjaga penampilan diri dan menerapkan PHBS merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain,” jelas Ivan.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa menyampaikan berbagai materi terkait personal grooming dan PHBS yang dekat dengan aktivitas sehari-hari siswa. Materi yang diberikan meliputi pentingnya mencuci tangan menggunakan enam langkah yang benar dengan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan gigi melalui kebiasaan menyikat gigi secara rutin, memotong kuku secara berkala, menjaga kebersihan rambut, menggunakan pakaian dan seragam yang bersih serta lengkap, hingga membiasakan perilaku hidup sehat dalam berbagai aktivitas.
Selain penyampaian teori, mahasiswa juga menggunakan media visual sebagai pendukung pembelajaran. Penggunaan gambar, ilustrasi, dan contoh konkret membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah. Dengan pendekatan tersebut, konsep personal grooming yang sebelumnya identik dengan dunia profesional dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah praktik langsung enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun. Mahasiswa memberikan contoh tahapan mencuci tangan yang benar, mulai dari membasahi tangan, menggunakan sabun, membersihkan seluruh bagian tangan termasuk sela-sela jari dan kuku, hingga membilas serta mengeringkan tangan dengan tisu.
Praktik tersebut dilakukan secara bergantian oleh siswa dari berbagai tingkat kelas dengan memanfaatkan fasilitas wastafel yang tersedia di lingkungan sekolah. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan yang diperagakan oleh mahasiswa. Melalui kegiatan praktik ini, siswa diharapkan mampu memahami bahwa mencuci tangan bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan kebiasaan penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan.
Menurut Ivan, metode pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada anak-anak. Dengan mengalami langsung proses penerapan PHBS, siswa akan lebih mudah mengingat dan menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak cenderung lebih mudah memahami materi ketika mereka dapat melihat dan mempraktikkannya secara langsung. Oleh karena itu kami menghadirkan demonstrasi agar kebiasaan mencuci tangan yang benar dapat mereka ingat dan terapkan setiap hari,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari menjawab pertanyaan yang diberikan mahasiswa, mengikuti permainan edukatif, hingga memperagakan kembali materi yang telah disampaikan. Interaksi antara mahasiswa dan siswa berlangsung secara komunikatif sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap partisipasi siswa, mahasiswa MMD UB memberikan hadiah kepada peserta yang aktif menjawab pertanyaan maupun berhasil mempraktikkan kebiasaan hidup bersih dengan benar. Pemberian apresiasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa agar lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan Little Hotelier juga menjadi sarana bagi mahasiswa MMD UB untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga menjadi penggerak dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolah.
Kepala MI Hayatul Islam, Suwanto, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Little Hotelier yang dinilai memberikan manfaat bagi peserta didik. Menurutnya, materi yang diberikan mahasiswa memiliki keterkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari siswa sehingga mudah diterapkan secara berkelanjutan.
“Materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Kami berharap kebiasaan menjaga kebersihan diri, hidup sehat, dan berpenampilan rapi dapat terus diterapkan oleh siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Terima kasih kepada mahasiswa MMD Universitas Brawijaya atas edukasi yang telah diberikan,” ungkap Suwanto.
Program Little Hotelier menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa Universitas Brawijaya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui bidang pendidikan dan kesehatan. Melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Gendong Kulon, mahasiswa berupaya menghadirkan edukasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun kebiasaan positif sejak usia sekolah. Kebiasaan sederhana yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik di masa depan.
